Mar 27 2008
Sejarah Terbentuknya AMI
Sekilas, olahraga Muay Indonesia mulai berkembang di Pulau Batam dengan berdirinya sejumlah sasana yang dibangun oleh coordinator Internasional Dewan MuayThai se-Dunia, Mr. Roger Lim. Dibawah pembinaannya, para atlit berkesempatan berlaga ke sejumlah negara Asean terhitung tahun 2004. Namun secara resmi atlit binaannya belum dapat bertanding dengan mengatas namakan bendera merah putih.
Akhir 2005 Mr. Roger Lim menggandeng Julie Andrean, seorang aktivis sosial nasional asal Batam untuk lebih mengembangkan olahraga Muay di Ibukota. Keduanya didukung Kapolri Jend. Sutanto yang dikenal sebagai tokoh yang giat memerangi Narkoba berkat slogan internasional yakni MuayThai Against Drugs untuk olahraga ini. Kapolri Sutanto yang antusias akan misi sosialnya merekomendasikan Komisaris Jenderal Pol. Drs Made Mangku Pastika, Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) selaku profil yang dianggap tepat menahkodai Muay Indonesia.
Tanggal 29 Maret 2006 Asosiasi Muay Indonesia (AMI) resmi berdiri sekaligus menambah satu cabang olahraga bela diri di tanah air. Roger Lim menjabat sebagai wakil ketua di Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMI dan July Andrean sebagai Sekretaris Jenderal.
Tanggal 31 Mei 2006, dipimpin oleh Ketua Umum Made Mangku Pastika beserta tim, sembilan atlit Indonesia yang berangkat menuju Bangkok World Championship MuayThai 2006 dan berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menggondol tiga medali (satu emas dan dua perak).
Dengan diraihnya tiga medali pada kejuaraan Internasional yang melibatkan 82 negara, tanda potensi laten masyarakat Indonesia untuk berkecimpung di dunia olahraga tersebut makin jelas.
Sehubungan dengan itu, DPP AMI berniat menggaungkan olahraga ini lebih menasional dengan meresmikan cabang Olahraga Muay menjadi cabang olahraga Nasional dengan keikutsertaan dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Untuk itu sebagai langkah awal maka AMI melakukan pembentukan Dewan Pengurus Daerah di tiga ibu kota Provinsi yakni di Bandung, Bali dan Batam.